3 Negara dengan Aturan Unik Dalam Pemberian Nama Bayi

Ketika si kecil lahir, Anda sudah harus menyiapkan nama bayi yang cocok untuknya. Sejak jauh-jauh hari, Anda mestilah memikirkan nama yang tepat karena mencari nama untuk bayi kadang sangatlah sulit. Dikarenakan ada banyak pilihan yang bisa kita pakai.

Dalam memberikan nama kepada bayi, ada beberapa negara yang memiliki aturan unik. Sehingga sebagai warga dari negara tersebut mau tidak mau harus mengikuti aturan yang berlaku. Kiranya negara mana saja yang memberlakukan aturan unik dalam proses pemberian nama terhadap bayi?

3 Negara dengan Aturan Unik Dalam Pemberian Nama Bayi
  1. India

Proses pemberian nama untuk si kecil di negara India harus melalui upacara Namakaran terlebih dahulu. Upacara yang terjadi saat bayi berusia 12 hari pasca dilahirkan ini umumnya dilakukan oleh warga yang beragama Hindu.

Kerap kali nama yang akan disematkan pada si bayi asalnya ialah dari nama kakek, nenek atau bahkan nama dewa. Selain itu, prosesi pemberian nama tersebut juga dilakukan oleh paman secara khusus dan pastinya melibatkan keluarga besar.

  1. Swedia

Aturan pemberian nama depan bayi di negara satu ini mestilah mengandung makna yang baik, kemudian harus memberikan rasa nyaman kepada anak ketika menyebutkannya. Nantinya nama yang sudah ditentukan harus dilaporkan kepada kantor pajak terlebih dahulu sebelum disematkan kepada si kecil.

Nah, apabila pengajuan yang Anda lakukan ditolak, maka mau tidak mau sebagai orang tua Anda harus memikirkan alternatif nama lain yang sekiranya sesuai dengan aturan. Bahkan ada nama-nama khusus yang dilarang untuk dipakai kepada si kecil di negara ini dan pastinya wajib Anda ketahui terlebih dahulu.

  1. Denmark

Denmark juga cukup ketat dalam hal pemberian nama kepada bayi, bahkan itu telah diatur dalam Undang-Undang Nama Pribadi yang harus ditaati oleh para orang tua. Aturan tersebut menyatakan bahwa para orang tua hanya diperbolehkan memilih satu dari 70.000 nama yang telah diatur dalam undang-undang tersebut.

Tentu saja ada cukup banyak pilihan yang bisa dipakai, tapi apabila orang tua ingin memakai nama di luar daftar tersebut, maka konon harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari pemerintah setempat.

Selain itu, di negara satu ini ada larangan mengenai penggunaan nama belakang orang tua sebagai nama depan dari sang bayi dan pastinya nama yang dipakai harus mengandung makna positif dan bagus untuk meningkatkan kepercayaan diri anak-anak tersebut.

Demikianlah sedikit pengetahuan parenting tentang negara yang mempunyai aturan unik dalam hal pemberian nama bayi. Pastinya setiap negara memiliki aturannya masing-masing yang harus diperhatikan oleh para masyarakat. Nama menjadi identitas bagi si kecil, jadi pilihlah yang sekiranya sesuai, tidak rumit dan tentu saja gampang dalam pengucapannya.

Tinggalkan Balasan